sinjai, arthisnews – DPC HIPPMAS Bulupoddo secara resmi melayangkan teguran keras kepada pihak kontraktor proyek perbaikan jalan di Desa Tompobulu.

Hal ini dilakukan menyusul aktivitas kendaraan proyek berukuran besar yang setiap hari melintasi Jalan Poros Bulupoddo, yang merupakan akses utama masyarakat Kecamatan Bulupoddo.

Menurut pemantauan HIPPMAS, kendaraan proyek yang digunakan memiliki dimensi yang terlalu besar dan tidak sesuai dengan kondisi jalan poros Bulupoddo yang sempit.

Pada sejumlah titik, truk besar tersebut bahkan hampir tidak muat melewati badan jalan, sehingga memaksa pengendara lain untuk menepi jauh atau berhenti total.

Situasi ini menciptakan potensi kecelakaan serius, terutama bagi pelajar, pengendara motor, dan warga yang beraktivitas setiap hari melalui jalur tersebut.

Baca Juga:  SPPG Balangnipa 2 Sinjai Disorot Terkait Dugaan Pelanggaran Juknis 

Ketua DPC HIPPMAS Bulupoddo, Aditya Adlu Rahman, menyampaikan bahwa persoalan terbesar bukan hanya risiko kerusakan jalan, tetapi ancaman keselamatan.

“Truk besar ini terlalu lebar dan tidak layak melintas di Jalan Poros Bulupoddo. Ini bukan sekadar masalah jalan rusak, tetapi ancaman nyata terhadap keselamatan masyarakat. Kami tidak bisa membiarkan warga terpapar bahaya setiap hari,” tegasnya.

Dalam teguran keras tersebut, DPC HIPPMAS Bulupoddo meminta kontraktor untuk:

1. Menghentikan penggunaan truk besar yang tidak sesuai kondisi jalan,

2. Mengganti armada dengan kendaraan yang aman untuk jalan poros,

3. Berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa dalam pengaturan lalu lintas proyek.

Aditya menegaskan langkah lanjutan jika respons tidak diambil. “Kami memberikan waktu 1×24 jam kepada pihak kontraktor. Jika tidak ada tindakan, maka DPC HIPPMAS Bulupoddo bersama masyarakat akan menutup akses Jalan Poros Bulupoddo sebagai bentuk perlindungan keselamatan warga.”

Baca Juga:  Manfaat Tanaman Pare Untuk Berbagai Kesehatan Tubuh

HIPPMAS Bulupoddo menegaskan mereka mendukung penuh proyek pembangunan di Tompobulu, tetapi tidak dengan cara yang mengorbankan fasilitas umum dan keselamatan warga.

“Kami mendukung pembangunan. Tetapi pembangunan tidak boleh memaksa kendaraan yang jelas-jelas tidak muat untuk melintas. Keselamatan masyarakat adalah hal yang tidak bisa ditawar,” tutup Aditya.

DPC HIPPMAS Bulupoddo memastikan akan terus memantau situasi dan siap melakukan langkah lebih tegas jika diperlukan.