Sinjai, Arthisnews – Massa aksi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) MPO Cabang Sinjai dihadang yang diduga preman saat menuju titik aksi di Kantor Bupati Sinjai, Tanassang, Kelurahan Alehanuae, Kecamatan Sinjai Utara, Jumat 12 Desember 2025

Dalam perjalanan, rombongan mahasiswa dihadang oleh seorang pria yang membawa sebilah kayu sambil mengeluarkan ancaman.

Dari video yang beredar, pelaku tampak memegang kayu dan bahkan sempat mendorong salah satu massa aksi, sehingga memicu ketegangan di jalur menuju lokasi demonstrasi.

‎Informasi lapangan menyebutkan bahwa S merupakan pengawas penimbunan pabrik porang di Kabupaten Sinjai dan saat ini masih berstatus tahanan luar wajib lapor Polres Sinjai terkait kasus penganiayaan.

Setibanya di lokasi aksi, tekanan terhadap massa HMI MPO makin bertambah setelah sejumlah sopir truk melakukan aksi tandingan.

Baca Juga:  Perkuat Akses Pendidikan, UPA Hadir di Sinjai Selatan Sosialisasikan Program Kuliah 2026–2027

Para sopir mengaku dirugikan akibat terhentinya aktivitas tambang ilegal, yang menurut mereka disebabkan oleh aksi unjuk rasa mahasiswa sehingga memutus mata pencaharian mereka.

‎Situasi memanas dan berpotensi terjadi benturan antar kelompok. Aparat kepolisian yang berjaga langsung mengambil langkah pengamanan untuk mencegah konflik terbuka.

Aksi HMI MPO akhirnya dihentikan, dan massa mahasiswa dievakuasi menggunakan mobil kepolisian untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan serta memastikan keselamatan peserta aksi.

Mantan Ketua Umum HMI MPO Cabang Sinjai, Ashabul Kahfi, mengecam keras tindakan premanisme yang dialami kader HMI dan memastikan pihaknya akan melaporkan seluruh insiden tersebut kepada aparat kepolisian.

Hingga berita ini diturunkan, situasi berangsur kondusif di area aksi, sementara pihak kepolisian terus melakukan pemantauan untuk mencegah potensi gesekan lanjutan.

Baca Juga:  Polisi Grebek Arena Judi Sabung Ayam di Desa Balibo Bulukumba