Sinjai, Arthisnews – Pengelolaan anggaran dan tata kelola keuangan di SPPG Balangnipa 2, yang beralamat di Jalan Bulu Lohe, Kecamatan Sinjai Utara, Kabupaten Sinjai, menjadi sorotan, Ahad 28/12/2025.
Dia menilai terdapat dugaan indikasi penyimpangan prosedur dalam pembayaran insentif mitra serta mekanisme belanja operasional dapur yang dilakukan oleh Kepala SPPG.
Sumber yang tidak mau disebutkan namanya mengungkapkan bahwa pembayaran insentif mitra diduga tidak dilakukan sesuai petunjuk teknis (juknis) yang berlaku.
Insentif tersebut disebutkan justru dibayarkan ke rekening akuntan atas perintah Kepala SPPG, bukan langsung ke rekening mitra sebagaimana mestinya.
“Dalam juknis tidak ada ketentuan bahwa insentif mitra dibayarkan ke rekening akuntan. Namun praktik itu diduga berlangsung di SPPG Balangnipa 2,” ungkapnya.
Tak hanya itu, narasumber juga menyebutkan bahwa diduga gaji relawan yang seharusnya masuk ke rekening payroll relawan SPPG Balangnipa, selama ini juga diduga dialihkan ke rekening akuntan atas perintah pimpinan SPPG.
Praktik tersebut dinilai berpotensi menyalahi aturan dan membuka celah penyalahgunaan anggaran negara.
“Ini menyangkut uang negara, tidak boleh dimainkan,” tegasnya.
Selain soal pembayaran, mekanisme belanja operasional dapur juga dipersoalkan.
Berdasarkan ketentuan, Kepala SPPG disebut tidak diperkenankan melakukan belanja sepihak tanpa persetujuan mitra.
Dalam prosedur yang semestinya, menu disusun bersama, kemudian akuntan membuat nota pesanan yang diserahkan kepada mitra untuk selanjutnya mitra memesan ke supplier yang telah disepakati bersama.
Namun, justru mekanisme tersebut tidak berjalan di dapur SPPG Balangnipa 2.
Kepala SPPG disebut melakukan belanja langsung tanpa konfirmasi maupun persetujuan mitra.
Sumber tersebut juga menegaskan bahwa peran pengawas program (SPPI) seharusnya murni untuk memastikan program berjalan dengan baik dan sesuai aturan, bukan justru menghambat hak mitra, termasuk dalam pencairan insentif.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Kepala SPPG Balangnipa 2 belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut.

Tim Redaksi