Makassar, Arthisnews – Musfida perempuan kelahiran Sinjai 12 Juli 2004, resmi terpilih sebagai formatur Ketua Dewan Mahasiswa (DEMA) Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Alauddin Makassar periode 2026-2027.
Penetapan tersebut berlangsung dalam forum musyawarah yang digelar secara demokratis dan penuh khidmat. di ruang LT FKIK) UIN Alauddin Makassar 14/02/2026.
Mahasiswi angkatan 2023 ini berhasil meraih kepercayaan mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Uin melalui proses pemilihan.
Terpilihnya Musfida menjadi tonggak baru bagi kepemimpinan mahasiswa FKIK. Ia dipercaya membawa arah dan visi organisasi mahasiswa yang progresif, inklusif, serta berorientasi pada penguatan akademik, pengabdian, dan pengembangan kapasitas mahasiswa di lingkungan FKIK UIN Alauddin Makassar.
Musfida dikenal sebagai sosok yang aktif dalam kegiatan kemahasiswaan sejak awal masa perkuliahan. Dengan latar belakang sebagai aktivis perempuan yang memiliki segudang prestasi di organisasi Ekstra kampus, ia dinilai memiliki visi dan komitmen untuk menjembatani aspirasi mahasiswa serta meningkatkan peran DEMA sebagai wadah representatif dan solutif.
Dalam proses pemilihan, Musfida dinilai memiliki komitmen, integritas, serta gagasan yang kuat dalam menjawab tantangan mahasiswa kedokteran dan ilmu kesehatan ke depan. Dukungan dari peserta musyawarah menjadi bukti kepercayaan besar terhadap kemampuan kepemimpinannya.
Ia menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas amanah yang diberikan. Ia menegaskan bahwa peran formatur bukan sekadar jabatan, melainkan tanggung jawab untuk merangkul seluruh elemen mahasiswa FKIK dan membangun kolaborasi yang solid demi kemajuan bersama.
“Ini adalah amanah besar yang akan saya jalani dengan penuh tanggung jawab. DEMA FKIK harus menjadi ruang aspirasi, pengabdian, dan pengembangan diri mahasiswa,” ujarnya kamis 15/02/2026.
Dengan terpilihnya Musfida sebagai formatur ketua, diharapkan DEMA FKIK UIN Alauddin Makassar periode 2026 mampu menghadirkan program-program strategis, inovatif, dan berdampak positif bagi mahasiswa, fakultas, serta masyarakat luas.
Ia berharap ke depan mahasiswa semakin aktif terlibat dalam proses organisasi dan pengambilan kebijakan, sehingga DEMA benar menjadi representasi suara dan kepentingan mahasiswa secara kolektif.

Tim Redaksi