Sinjai, Arthisnews – Kementerian Agama Kabupaten Sinjai menggaungkan pelaksanaan aksi sosial sebagai wujud implementasi kode etik dan kode perilaku aparatur sipil negara kementerian agama, khususnya pada poin keempat yaitu melaksanakan tugas kemanusiaan.
Ajakan tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sinjai, H. Faried Wajedi, saat memberikan amanat pada Upacara Hari Kesadaran Nasional (HKN) perdana tahun 2026 yang digelar di halaman Kantor Kemenag Sinjai, Senin (19/01/2026).
Dalam amanatnya, H. Faried Wajedi menegaskan bahwa nilai-nilai kemanusiaan harus senantiasa menjadi ruh dalam pelaksanaan tugas seluruh jajaran Kementerian Agama kabupaten Sinjai.
Ia mengajak seluruh ASN Kemenag Sinjai untuk tidak hanya fokus pada tugas administratif, tetapi juga hadir langsung di tengah masyarakat yang membutuhkan.
Sebagai tindak lanjut dari amanat tersebut, Kementerian Agama Kabupaten Sinjai melaksanakan aksi sosial dengan mengunjungi warga kurang mampu di Desa Tompobulu, Kecamatan Bulupoddo.
Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian dan empati terhadap sesama, sekaligus respons cepat atas informasi yang beredar luas di masyarakat.
Dalam kunjungannya, H. Faried Wajedi melihat langsung kondisi warga tersebut dan menyerahkan bantuan kebutuhan pokok guna meringankan beban hidup yang dialami.
Kegiatan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat sekaligus mempererat hubungan antara Kemenag dan masyarakat.
“Aksi sosial ini merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab moral kita sebagai insan Kementerian Agama. Kehadiran kita di tengah masyarakat adalah bagian dari pengabdian,” ujar H. Faried Wajedi.
Upacara HKN perdana tahun 2026 ini diikuti oleh seluruh pejabat struktural, fungsional, serta ASN di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Sinjai. Momentum tersebut sekaligus menjadi pengingat pentingnya meningkatkan integritas, kepedulian sosial, dan semangat pengabdian dalam menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat.
Kisah warga Bulupoddo tersebut sebelumnya menyentuh perhatian publik setelah beredar di media sosial, sehingga mendorong berbagai pihak untuk turun tangan memberikan bantuan. Diharapkan, perhatian dan bantuan yang diberikan dapat membantu memperbaiki kondisi hidup warga tersebut ke depannya.

Tim Redaksi