Sinjai, Arthisnews – belum sepekan menjabat sebagai Kapolres Sinjai, AKBP Fathur Rakhman langsung diperhadapkan dengan dua peristiwa kriminal berdarah yang mengguncang wilayah hukumnya, Jum’at 23/01/2026.
Peristiwa kriminal berdarah Jum’at keramat mengguncang warga kabupaten Sinjai, Sulawesi-selatan.
Perkelahian berujung penebasan dan kasus pembunuhan yang terjadi di lokasi berbeda dalam satu hari.
Peristiwa pertama berupa perkelahian satu lawan satu berujung penikaman terjadi pada Hari Jum’at 23/01/2026 sekitar pukul 11.00 WITA, di Dusun Maddakko, Desa Gunung Perak, Kecamatan Sinjai Barat.
Dalam kejadian tersebut, dua pria mengalami luka serius dan harus mendapatkan perawatan medis.
Peristiwa ini melibatkan dua warga Marsuki (45) dan Kamaruddin (47) yang diketahui masih memiliki hubungan keluarga sebagai ipar, kedua belah pihak saling menyerang menggunakan senjata tajam.
Kamaruddin mengalami luka tusuk di bagian dada kiri serta luka terbuka di lutut kiri, sementara Marzuki mengalami luka terbuka di bagian leher akibat tebasan parang.
konflik diduga dipicu oleh persoalan lama terkait sengketa lokasi kebun.
Belum selesai penanganan kasus pertama jajaran Polres Sinjai kembali dihadapkan pada kasus kedua yang lebih fatal, yakni pembunuhan yang terjadi pada Jum’at malam 23/01/2026, di Dusun Sumpang Ale, Desa Palangka, Kecamatan Sinjai Selatan.
Dalam peristiwa ini, satu orang warga dilaporkan meninggal dunia, setelah di tebas parang diduga dilakukan oleh saudaranya sendiri.
Pelaku diketahui berinisial AR (41), seorang petani asal Dusun Balampesoang, Kabupaten Bulukumba. Sementara korban adalah kakak kandungnya sendiri, Henky (53), warga Dusun Sumpang Ale, Desa Palangka.
Kasi Humas Polres Sinjai, Iptu Agus Santoso, saat dikonfirmasi awak media membenarkan kejadian tersebut.
la menjelaskan bahwa peristiwa bermula saat AR tengah bermalam di rumah orang tuanya atas permintaan keluarga.
Saat pelaku sedang bercengkerama di ruang tamu, korban tiba-tiba datang ke teras rumah dalam kondisi emosi tinggi.
“Korban datang membawa sebatang kayu dan sebilah parang sambil berteriak mengancam akan membunuh seluruh anggota keluarga yang ada di dalam rumah,” ujar Iptu Agus Santoso.
Melihat ancaman tersebut, pelaku berusaha menghalangi korban agar tidak masuk ke rumah. Korban sempat menyerang pelaku menggunakan kayu, namun berhasil ditangkis.
Saat korban hendak menghunus parangnya, pelaku dengan cepat mencabut senjata tajam miliknya dan menyerang lengan kiri korban.
Korban sempat berupaya melarikan diri ke arah jalan raya, namun pelaku mengejar dan melayangkan bacokan bertubi-tubi. Akibat luka parah yang diderita, korban tersungkur dan meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP).
Dua peristiwa berdarah dalam satu hari ini menjadi alarm serius bagi aparat keamanan, khususnya bagi Kapolres Sinjai yang baru, AKBP Fathur Rakhman.
Diketahui, AKBP Fathur Rakhman baru resmi menjalankan tugasnya di Kabupaten Sinjai setelah mengikuti acara kenal pamit dengan Kapolres lama, AKBP Harry Azhar, pada Rabu (21/1/2026).
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk menahan diri, tidak mudah terpancing emosi, serta segera melaporkan potensi konflik agar tidak berujung pada tindak kekerasan yang merenggut nyawa.

Tim Redaksi