Sinjai, Arthisnews – Satuan Tugas Program Makan Bergizi (Satgas MBG) Kabupaten Sinjai menemukan dugaan kelalaian dalam pengelolaan makanan di Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) atau Dapur Sanjai.

‎Temuan ini memicu desakan dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Sinjai agar dapur tersebut ditutup karena dinilai membahayakan keselamatan siswa.

‎Sementara itu, PMII Cabang Sinjai menilai temuan tersebut sebagai bentuk kelalaian serius.

‎Ketua Cabang PMII Sinjai menyatakan keprihatinan mendalam atas laporan dari sejumlah sekolah di Desa Sanjai, Kecamatan Sinjai Timur, terkait dugaan lauk ayam berbau busuk dan tidak memenuhi standar higienitas.

‎‎“Makanan berbau merupakan indikator awal pembusukan dan berisiko tinggi menyebabkan keracunan. Ini adalah kelalaian serius yang tidak boleh dianggap sepele,” tegasnya.

Baca Juga:  Tonggak Baru Perjuangan Petani, DPK Tani Merdeka Indonesia Tellulimpoe Dilantik

‎‎PMII mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) untuk melakukan evaluasi total terhadap pengelolaan SPPG Sanjai.

‎Organisasi mahasiswa itu bahkan meminta agar dapur tersebut ditutup apabila terbukti terjadi kelalaian dalam sistem pengawasan dan pengolahan makanan.

‎“Lemahnya kontrol kualitas menunjukkan bahwa pelaksanaan program di lapangan belum sepenuhnya berorientasi pada keselamatan anak, tetapi diduga hanya mengejar penyerapan anggaran.

Jika terbukti ada kesengajaan atau kelalaian sistematis, BGN harus mengambil langkah tegas dengan menutup dapur tersebut demi keselamatan peserta didik,” ujar Ketua PMII Sinjai.

‎Sekretaris Satgas MBG Sinjai yang juga Kepala Dinas Pendidikan Sinjai, Irwan Suaib, melakukan kunjungan langsung ke Dapur Sanjai untuk memastikan kualitas makanan bergizi yang disalurkan kepada siswa tetap sesuai standar.

Baca Juga:  Dihuni Raja Tarkam, Skuad Saotengnga FC Berhasil Melaju Babak Final Turnamen ACC Cup I 2025

‎Dalam kunjungan tersebut, Satgas meninjau menu harian yang disiapkan, mulai dari lauk berprotein, sayuran, hingga buah sebagai pelengkap.

‎Menurut Irwan, menu yang disajikan secara umum telah disesuaikan dengan standar gizi seimbang yang ditetapkan pemerintah.

‎Namun, kunjungan itu juga menjadi tindak lanjut atas keluhan terkait kualitas makanan yang sebelumnya dilaporkan sekolah penerima manfaat.

‎‎“Kami ingin memastikan bahwa setiap menu yang disajikan benar-benar layak konsumsi, bergizi, dan mendukung kesehatan serta konsentrasi belajar anak-anak,” ujar Irwan.

‎Keluhan tersebut mencuat setelah pada Rabu (28/1/2026) sebagian menu ayam yang disajikan oleh SPPG Sanjai dilaporkan berbau.

‎‎Dari total 16 satuan pendidikan penerima manfaat, dua sekolah, yakni SDN 192 Batu-Batu dan SDN 161 Barae, menyampaikan laporan terkait dugaan makanan tidak layak konsumsi.

Baca Juga:  KPMPR Sulsel Desak Audit PLTU Punagaya Jeneponto: Kualitas Infrastruktur Jadi Early Warning Risiko Korupsi

‎Sementara 14 sekolah lainnya tidak melaporkan keluhan serupa.

‎Sebagai tindak lanjut, Satgas MBG bersama Dinas Kesehatan Sinjai telah mengambil sampel makanan yang dikeluhkan untuk diperiksa lebih lanjut.

‎“Sampel sudah diambil oleh tim Dinkes Sinjai yang juga tergabung dalam Satgas MBG untuk dilakukan pemeriksaan,” kata Irwan.