Makassar, Arthisnews — Solidaritas Mahasiswa Makassar menggelar aksi unjuk rasa di bawah salah satu flyover utama Kota Makassar pada Senin,10/2/2026 sebagai bentuk penolakan terhadap wacana pemilihan kepala daerah (Pilkada) melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Mereka menilai wacana tersebut sebagai kemunduran demokrasi dan ancaman terhadap kedaulatan rakyat.
Dalam aksi tersebut, massa melakukan orasi dari atas mobil komando sambil mengibarkan bendera Merah Putih. Spanduk bertuliskan “Tolak Wacana Pilkada Melalui DPRD” dibentangkan sebagai simbol penegasan sikap terhadap wacana yang dinilai mencederai semangat reformasi.
Jenderal Lapangan Solidaritas Mahasiswa Makassar, A. Saeful, menegaskan bahwa mekanisme Pilkada melalui DPRD merupakan bentuk perampasan hak politik rakyat.
“Pilkada melalui DPRD adalah langkah mundur demokrasi. Ini bukan sekadar perubahan teknis, tetapi upaya menggeser kedaulatan rakyat ke tangan elit politik. Hak rakyat untuk memilih pemimpinnya secara langsung tidak boleh dicabut,” tegasnya dalam orasi.
Ia menyampaikan bahwa Pilkada langsung merupakan buah dari perjuangan reformasi yang bertujuan memperkuat partisipasi publik dalam proses demokrasi. Karena itu, menurutnya, setiap upaya untuk mengubah mekanisme tersebut harus ditolak.
Solidaritas Mahasiswa Makassar juga menilai pemilihan kepala daerah oleh DPRD berpotensi memperkuat praktik politik transaksional, politik uang, dan oligarki kekuasaan di tingkat daerah. Kondisi itu dinilai dapat semakin menjauhkan rakyat dari proses pengambilan keputusan politik.
“Jika Pilkada diserahkan ke DPRD, ruang partisipasi publik akan dipersempit. Rakyat hanya menjadi objek, sementara keputusan diambil oleh segelintir elit,” lanjut A. Saeful.
Dalam tuntutannya, massa mendesak Presiden Republik Indonesia untuk secara tegas menyatakan komitmen mempertahankan Pilkada langsung. Mereka juga mengajak seluruh elemen masyarakat sipil untuk bersatu menjaga demokrasi dan kedaulatan rakyat.
Aksi berlangsung tertib dengan pengawalan aparat keamanan. Solidaritas Mahasiswa Makassar menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan peringatan awal. Mereka menyatakan siap melakukan konsolidasi dan aksi lanjutan apabila wacana Pilkada melalui DPRD tetap dipaksakan.
Dengan aksi ini, Solidaritas Mahasiswa Makassar berharap suara masyarakat didengar dan prinsip demokrasi tetap dijaga demi keberlangsungan sistem pemerintahan yang partisipatif dan berpihak pada rakyat.

Tim Redaksi