Palopo, Arthisnews – Himpunan mahasiswa islam, (HMI-MPO) badan koordinator sulawesi selatan-barat (badko sulselbar) akan menggelar musyawarah daerah (musda) ke-XV di Kota Palopo pada tanggal 14-16 februari 2026.

Gelaran akbar ini bukan sekadar perhelatan rutin organisasi, melainkan akan menjadi tonggak bersejarah dalam perjuangan pembentukan daerah otonomi baru (DOB) provinsi luwu raya.

Ketua Badko HMI-MPO Sulselbar Muhammad Ahyar, menegaskan bahwa musda kali ini memiliki makna strategis yang sangat mendalam.

Selain sebagai ajang konsolidasi organisasi dua tahunan, musda ini akan menjadi momentum bersejarah dimana HMI-MPO secara resmi mendeklarasikan dukungan penuh terhadap pembentukan Provinsi Luwu Raya.

Musda 14 februari mendatang bukan pertemuan biasa. Ini adalah panggilan sejarah bagi seluruh kader HMI-Mpo di Sulawesi selatan dan Barat untuk bersatu menyuarakan aspirasi jutaan rakyat Luwu yang telah lama mendambakan keadilan pembangunan.

“Kami akan hadir dengan sikap tegas dan nyata mendukung Provinsi Luwu Raya!” tegas Muhammad Ahyar dengan penuh semangat. Kamis 12/03/2026.

Baca Juga:  Milad ke-79 HMI, Cabang Sinjai Gelar Doa Bersama di Masjid Lailatul Qadri

Ketua Panitia Pelaksana musda, Syahrul, mengungkapkan bahwa persiapan gelaran akbar ini telah matang. Ribuan kader HMI-Mpo dari seluruh penjuru Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, akan memadati Kota Palopo untuk mengikuti rangkaian kegiatan yang padat dan strategis.

“Kami telah mempersiapkan segalanya dengan maksimal, musda ini akan mengangkat tema yang sangat krusial: konsolidasi Gerakan Mahasiswa Islam Agenda Reformasi Hukum Nasional Pasca KUHP-KUHAP dalam Mewujudkan masyarakat pangngaderreng.’ tema ini menunjukkan bahwa perjuangan kami untuk luwu raya berjalan seiring dengan agenda reformasi hukum yang berkeadilan,” ungkap Syahrul.

Menurutnya, pemilihan tema tersebut sangat strategis karena menghubungkan antara perjuangan DOB provinsi luwu raya dengan penguatan sistem hukum yang berakar pada nilai-nilai Pangngaderreng – falsafah luwu yang mengajarkan tentang kebenaran, kepatutan, kepatuhan, keadilan, dan kejujuran.

Rangkaian musda akan dimulai dengan upacara pembukaan dan akan dilanjutkan dengan sidang-sidang pleno yang akan membahas isu-isu strategis gerakan mahasiswa Islam, termasuk penguatan dukungan terhadap Provinsi Luwu Raya.

Baca Juga:  Kuliah Umum UMSi: Menyemai Komunikasi Santun Di Era Politik Yang Beracun

Puncak acara akan ditandai dengan penandatanganan deklarasi dukungan pembentukan DOB provinsi luwu raya yang akan dihadiri oleh seluruh peserta musda.

“Deklarasi yang akan kami keluarkan bukan sekadar pernyataan politik kosong. Ini adalah komitmen konkret HMI-Mpo untuk berjuang bersama rakyat luwu. dokumen ini nantinya akan kami sampaikan kepada DPR RI, kementerian dalam negeri, dan seluruh pemangku kepentingan terkait,” ungkap Syahrul.

Muhammad Ahyar menambahkan bahwa dukungan HMI terhadap Provinsi Luwu Raya didasari oleh fakta empiris tentang kesenjangan pembangunan yang terjadi selama puluhan tahun. Kawasan Luwu yang luas dengan potensi sumber daya alam melimpah justru tertinggal dalam berbagai aspek pembangunan.

“Rakyat Luwu bukan meminta kemewahan, tetapi menuntut hak fundamental mereka sebagai warga negara Indonesia. Akses pendidikan yang merata, infrastruktur yang memadai, pelayanan kesehatan yang layak – ini semua adalah keniscayaan yang harus diwujudkan melalui pembentukan Provinsi Luwu Raya,” tegasnya.

Baca Juga:  Sahabat Amar Amrullah Asikin Resmi Nahkodai PC PMII Sinjai Masa Khidmat 2025-2026 

Musda ini juga akan menjadi ajang konsolidasi seluruh kekuatan gerakan mahasiswa Islam di Sulawesi-selatan dan barat Para kader dari berbagai kabupaten dan kota akan bersatu padu, melampaui sekat-sekat kedaerahan, untuk merumuskan strategi perjuangan bersama.

“HMI memiliki sejarah panjang sebagai garda terdepan perubahan. Dari era perjuangan kemerdekaan, Orde Lama, Orde Baru, hingga Reformasi, kami selalu hadir membela kepentingan rakyat. Dan 14 Februari mendatang, kami akan kembali membuktikan komitmen itu!” ujar Muhammad Ahyar ketua Badko Hmi-mpo Sulselbar.

Ia menambahkan bahwa panitia telah menyiapkan berbagai sesi diskusi, seminar, dan lokakarya yang akan membahas berbagai isu strategis, termasuk strategi advokasi pembentukan Provinsi Luwu Raya, reformasi hukum nasional, dan penguatan peran mahasiswa Islam dalam pembangunan daerah.

Dengan semangat Pangngaderreng yang mengalir dalam setiap langkah perjuangan, Hmi-mpo badko Sulselbar siap menegaskan komitmennya: Provinsi Luwu Raya adalah keniscayaan sejarah yang akan diperjuangkan hingga titik darah penghabisan.