LUWU, Arthisnews – Musyawarah Daerah (Musda) Badan Koordinasi HMI MPO Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) yang dilaksanakan pada 14–15 Februari 2026 di Kabupaten Luwu resmi menetapkan dua nama sebagai midformatur.
Kedua nama tersebut adalah Ashabul Qahfih (HMI Cabang Sinjai) dan Ahmad Mulyadi (HMI Cabang Wajo).
Penetapan dilakukan melalui tahapan verifikasi berkas serta mekanisme persidangan dalam forum Musda yang berlangsung dinamis dan demokratis.
Sebelumnya, Steering Committee (SC) Musda membuka pendaftaran bakal calon formatur dan tercatat empat nama yang mendaftar, yakni Ahmad Mulyadi (HMI Cabang Wajo), Ashabul Qahfih (HMI Cabang Sinjai), Rivaldi (HMI Cabang Makassar), dan Muhammad Fadli (HMI Cabang Palopo). Namun, Rivaldi dan Muhammad Fadli dinyatakan gugur karena tidak hadir dalam forum Musda sesuai ketentuan yang berlaku.
Dengan demikian, forum merekomendasikan Ahmad Mulyadi dan Ashabul Qahfih sebagai midformatur terpilih yang selanjutnya akan diajukan kepada Pengurus Besar HMI MPO untuk dipilih dan ditetapkan sebagai Formatur sekaligus menjadi ketua BADKO.
Dari sisi dukungan cabang, Ahmad Mulyadi memperoleh tiga rekomendasi cabang, sementara Ashabul Qahfih memperoleh lima rekomendasi cabang.
Dukungan tersebut menjadi bagian dari dinamika demokrasi internal organisasi yang mencerminkan partisipasi aktif cabang-cabang se-Sulselbar.
Pelaksanaan Musda di Luwu ini diharapkan menjadi momentum konsolidasi organisasi serta penguatan peran HMI MPO Sulselbar dalam merespons isu-isu keummatan, kebangsaan, dan pembangunan daerah di wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.

Tim Redaksi