Sinjai, Arthisnews – Warga Dusun Tonrong, Desa Terasa, Kecamatan Sinjai Barat, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, terpaksa ditandu sejauh kurang lebih 2 kilometer untuk mendapatkan perawatan medis akibat keterbatasan akses jalan pada Sabtu, 04 April 2026.
Sebelum dibawa ke Puskesmas Tengalembang Bonto Salama, diketahui warga bernama Ramlah (22), mengalami pendarahan setelah melahirkan beberapa hari yang lalu.
Korban sempat mendapatkan pertolongan pertama dari seorang perawat hingga pendarahan berhasil dihentikan sementara.
Salah satu keluarga korban, Usman (18), mengungkapkan bahwa sebelumnya Ramlah sempat tidak sadarkan diri akibat pendarahan yang tak kunjung berhenti.
“Pasien sebelumnya pernah tak sadarkan diri karena pendarahan tidak berhenti,” ujarnya.
Ia menambahkan, setelah kondisi korban mulai membaik dan pendarahan berangsur berhenti, pihak keluarga memutuskan untuk segera membawa Ramlah ke puskesmas guna mendapatkan penanganan lebih lanjut.
“Setelah ia mulai sadar dan pendarahan mulai berhenti, kami memutuskan untuk membawanya ke puskesmas,” tambahnya.
Namun, proses evakuasi tidak berjalan mudah. Warga harus menandu korban menggunakan alat seadanya berupa sarung dan sebatang bambu.
Hal ini disebabkan kondisi jalan yang masih berupa tanah dan tidak dapat dilalui kendaraan, termasuk ambulans.
Warga harus berjalan kaki sejauh sekitar 2 kilometer hingga mencapai titik yang dapat dijangkau kendaraan medis.
Masyarakat setempat, Israil, menyebutkan bahwa kejadian serupa bukanlah yang pertama kali terjadi.
Menurutnya, minimnya infrastruktur jalan membuat warga kerap harus ditandu saat kondisi darurat.
“Ini sudah kesekian kalinya masyarakat ditandu menuju puskesmas. Hampir semua kasus darurat seperti ini harus ditandu,” jelasnya.
Kondisi ini menjadi sorotan dan diharapkan dapat menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
Perbaikan infrastruktur jalan di wilayah pelosok seperti Dusun Tonrong dinilai sangat mendesak demi memastikan akses layanan kesehatan yang layak bagi masyarakat.
“Perbaikan jalan di Dusun Tonrong sangat mendesak untuk akses masyarakat.” Tambahnya

Tim Redaksi