Sinjai-Arthisnews – Seorang pemuda aktivis sosial bernama Marjuli (Bung) menjadi sorotan publik setelah mengunggah kisah memilukan sepasang suami istri (pasutri) yang diketahui tidak mengonsumsi nasi selama tujuh hari.
Kisah tersebut ia bagikan melalui media sosialnya Facebook @Bung dan dengan cepat menjadi viral, memantik empati serta perhatian luas dari masyarakat.
Marjuli, yang dikenal aktif dalam kegiatan kemanusiaan dan advokasi sosial, mengungkapkan bahwa pasutri tersebut hidup dalam kondisi ekonomi yang sangat memprihatinkan.
Keterbatasan penghasilan membuat mereka terpaksa bertahan hidup dengan makanan seadanya, tanpa mampu membeli beras sebagai kebutuhan pokok.
“Saya tidak bermaksud mencari sensasi. Saya hanya ingin membuka mata banyak pihak bahwa masih ada saudara-saudara kita yang kesulitan memenuhi kebutuhan paling dasar,” ujar Marjuli.
Dalam unggahannya, pasangan suami istri, Ibu Kiki dan P. Conni, warga Dusun Balle. Mereka menuliskan permohonan itu kepada pemilik warung karena kondisi ekonomi yang terdesak dan sakit yang membuat mereka tak mampu bekerja.
Sedangkan kondisi tempat tinggal pasutri tersebut, yang tampak sederhana dan jauh dari kata layak.
Unggahan itu langsung mendapat respons, mulai dari komentar dukungan hingga tawaran bantuan dari warganet.
Pria kelahiran 1992 ini pun menuai apresiasi, karena dinilai mampu menjadi jembatan antara masyarakat yang membutuhkan dengan pihak-pihak yang ingin membantu.
Beberapa komunitas sosial dan relawan bahkan pemerintah kabupaten Sinjai, dilaporkan telah mendatangi lokasi untuk menyalurkan bantuan berupa bahan pangan dan kebutuhan pokok lainnya.
Marjuli berharap viralnya kisah ini tidak hanya berhenti pada bantuan sesaat, tetapi juga mendorong perhatian jangka panjang dari pemerintah dan pemangku kepentingan terkait, dan membuka mata bahwa Masi ada saudara-saudara kita di luar sana yang sangat membutuhkan.
“Kemiskinan ekstrem masih nyata. Ini tugas kita bersama untuk saling peduli,” tutupnya.
Dari pantauan media hingga saat ini, bantuan berupa sembako terus mengalir dari berbagai pihak menyusul viralnya kisah pasangan suami istri asal Bulupoddo yang bertahan hidup tanpa nasi selama tujuh hari.
Kepedulian masyarakat terlihat dari banyaknya donasi yang diberikan, baik secara langsung maupun melalui perantara relawan dan tokoh sosial setempat.

Tim Redaksi