Bantaeng, Arthisnews – inovatif Program Studi Teknik Perawatan Mesin AK-Manufaktur Bantaeng berhasil memodifikasi roda traktor pertanian agar lebih optimal digunakan di lahan berlumpur, khususnya di area persawahan.

Salah satu inovasi karya Himpunan Mahasiswa Teknik Perawatan Mesin (TPM) dengan memodifikasi roda traktor pertanian agar memudahkan petani dalam menggarab sawahnya, ide ini lahir dari permasalahan yang banyak dihadapi para petani.

Inovasi ini dilatarbelakangi oleh permasalahan klasik yang kerap dihadapi petani, yakni traktor yang mudah terperosok dan kehilangan daya cengkeram saat beroperasi di tanah berlumpur.

Melalui riset dan praktik langsung di bengkel, dosen dan mahasiswa merancang modifikasi roda traktor dengan desain khusus yang mampu meningkatkan traksi dan stabilitas.

Baca Juga:  Talk Show Motoplex Putra Sulawesi Jadi Ajang Berbagi Inspirasi antara Komunitas, Akademisi, dan Pecinta Vespa.

Perubahan dilakukan pada bentuk dan struktur roda, sehingga traktor lebih menggigit tanah dan tidak mudah selip saat digunakan.

keluhan para petani yang kerap kelelahan karena traktor mereka sering tak berdaya menghadapi medan lumpur yang berat.

“traktor standar sering kali tidak berdaya menghadapi medan lumpur yang dalam,” Ungkap petani.

Ketua tim pengembangan menjelaskan bahwa inovasi ini merupakan bentuk penerapan ilmu terapan yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.

“Kami ingin mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga menghasilkan solusi nyata bagi petani. Modifikasi roda ini sederhana, namun dampaknya sangat besar bagi efisiensi kerja di sawah,” ujarnya.

Hasil uji coba di lapangan menunjukkan traktor dengan roda modifikasi mampu beroperasi lebih lancar di lahan berlumpur, menghemat waktu pengolahan, serta mengurangi tenaga yang dikeluarkan petani. Para petani yang turut mencoba inovasi ini pun menyambutnya dengan antusias.

Baca Juga:  Khasiat Tanaman Lenglengan Untuk Mengatasi Masalah Cacingan

Selain membantu sektor pertanian, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran berbasis proyek bagi mahasiswa. Mereka terlibat langsung mulai dari tahap perancangan, proses manufaktur, hingga pengujian di lapangan.

Pihak AK-Manufaktur Bantaeng berharap inovasi ini dapat terus dikembangkan dan menjadi inspirasi bagi lahirnya teknologi tepat guna lainnya. Ke depan, kampus berkomitmen memperkuat sinergi dengan masyarakat, khususnya petani, demi mendorong kemajuan pertanian berbasis teknologi lokal.