Sinjai, Arthisnews – Barisan mahasiswa dan pemuda Sinjai (BARAMUDA) secara tegas menyatakan Sikap penolakan perencanaan aktivitas pertambangan emas di kabupaten Sinjai.
Pernyataan ini disampaikan sebagai bentuk protes terhadap ancaman serius terhadap kelestarian lingkungan dan ruang hidup masyarakat lokal.
Melihat kondisi polemik terkait adanya kegiatan perencanaan membangun tambang di sinjai lembaga Barisan mahasiswa dan pemuda Sinjai, Dengan tegas menyampaikan keluhannya selaku masyarakat Sinjai.
“Kami percaya bahwa kegiatan pertambangan akan merusak lingkungan, mengancam kesehatan masyarakat, dan menghancurkan kehidupan sosial dan ekonomi kami” ungkap chacank Jum’at 14/11/2025.
Kami bersama masyarakat, mahasiswa dan pemuda menuntut pemerintah daerah kabupaten Sinjai dengan ini menyatakan sikap:
1. Menolak semua rencana pembangunan tambang di daerah kami.
2. Melakukan kajian dampak lingkungan yang komprehensif dan transparan.
3. Menghargai hak-hak masyarakat adat dan hak asasi manusia.
4. Memprioritaskan kepentingan masyarakat dan lingkungan di atas kepentingan ekonomi.
Jika pemerintah daerah untuk melakukan pengembangan peroduktif ekonomi, pemerintah daerah harus mendorong mulai dari desa, sampai di tingkat kecamatan.
Mendorong penggunaan dana yang di kelola oleh desa dari dana APBN, yang di mana desa sudah ada instruksi oleh presiden ada dana desa sebagai dana dukungan yang akan di kelola oleh masyarakat melalui Koperasi desa merah putih, dan penguatan BUMDES di tingkat desa.
Jika pemerintah tetap ngotot tanpa kajian dan dampak terhadap lingkungan dan menghancurkan potensi alam, menyakini bahwa hanya kepentingan pribadi dan memperkaya sendiri.
“Jadi Kami akan terus berjuang untuk menjaga kelestarian lingkungan dan melindungi hak-hak kami. Kami tidak akan mundur dalam perjuangan ini” tegas chacank.

Tim Redaksi