Sinjai, Arthisnews – anggota DPRD kabupaten sinjai dapil ll sinjai timur, tellu limpoe, Saldi fraksi PKB. menilai pelaksanaan musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) di Kecamatan tellu limpoe tidak berjalan sesuai dengan etika dan prinsip partisipatif yang seharusnya dijunjung tinggi.
Pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di Kecamatan Tellu Limpoe dilalukan Secara Daring (Via Zoom Meating). Selasa 03/02/2026.
Musrenbang seharusnya menjadi ruang terbuka bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dan kebutuhan pembangunan secara transparan. Namun, dalam pelaksanaannya di Kecamatan Tellu Limpoe, terdapat kejanggalan yang berpotensi mengabaikan aspirasi masyarakat.
Saldi, Menganggap Bahwa Musrembang kecamatan Tellulimpoe dengan metode Zoom Yang Akan Di Laksanakan Pada Kamis 05 Februari 2026 sangat tidak etis karena masyarakat tidak di libatkan secara langsung dalam musyawarah perencanaan pembangunan.
“musrembang dengan metode daring (Zoom) yang dilaksanakan di kecamatan Tellulimpoe terkesan asal jadi , Padahal kecamatan lain semua di lakukan dengan membuka forum dan terbuka,” ucap Saldi.
Ia menganggap pemerintah tidak menghargai masyarakat Tellulimpoe, dengan tidak di libatkannya dalam musyawarah perencanaan pembangunan yang di mana,Ada beberapa aspirasi yang masyarakat harus sampaikan langsung dengan pemerintah .
“Musrembang dengan metode daring via Zoom tentu masyarakat terbatas untuk mengikuti metode Zoom dengan beberapa alasan salah satunya faktor jaringan,” Tutupnya.

Tim Redaksi