Jakarta, Arthisnews — Aliansi Mahasiswa Sinjai Jakarta Menggugat menyatakan sikap tegas terhadap dugaan pembobolan brankas senilai Rp3 miliar yang terjadi di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan.

Peristiwa ini dinilai sebagai indikasi lemahnya sistem pengawasan internal di tingkat cabang perbankan.

Koordinator Lapangan Aliansi, Rahim, menegaskan bahwa pihaknya akan menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Pusat Bank Rakyat Indonesia (BRI) di Jakarta pada Senin mendatang. Aksi tersebut merupakan bentuk tekanan moral kepada manajemen pusat agar segera mengambil langkah tegas.

“Kami mendesak pimpinan pusat BRI untuk segera mencopot pimpinan Cabang BRI Sinjai yang kami nilai gagal menjalankan fungsi pengawasan serta melakukan pembiaran terhadap dugaan pelanggaran yang dilakukan bawahannya,” tegas Rahim.

Baca Juga:  Satresnarkoba Polres Bulukumba Ungkap Kasus Peredaran Sabu, Amankan Seorang Wanita

Menurutnya, kegagalan dalam melindungi dana nasabah merupakan pelanggaran serius terhadap prinsip kehati-hatian perbankan dan berpotensi merusak kepercayaan publik terhadap institusi perbankan negara.

Lebih lanjut, Rahim menegaskan bahwa persoalan ini tidak semata-mata bersifat individual, melainkan mencerminkan adanya kelemahan dalam sistem pengawasan internal. Oleh karena itu, diperlukan langkah evaluasi menyeluruh dan tindakan tegas dari manajemen pusat.

Dalam aksi tersebut, Aliansi Mahasiswa Sinjai Jakarta Menggugat membawa sejumlah tuntutan, yaitu:

1. Pengusutan tuntas kasus dugaan pembobolan brankas.

2. Penindakan hukum tanpa kompromi terhadap seluruh pihak yang terlibat.

3. Pencopotan pimpinan Cabang BRI Sinjai yang dinilai lalai.

4. Transparansi dalam proses hukum serta penanganan kasus.

Baca Juga:  F A.P Youth Vanguard Desak APH Usut Tuntas Proyek Jalan Rp11,4 M Di Kolaka Utara

5. Evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan internal BRI.

Aliansi juga menegaskan bahwa aksi ini bertujuan untuk mendorong transparansi dan memastikan tidak ada pihak yang dilindungi dalam proses penegakan hukum.

“Bank negara harus berdiri di pihak rakyat, bukan melindungi oknum. Kami datang membawa suara masyarakat Sinjai yang menuntut keadilan dan kepastian,” tutup Rahim.

Aliansi Mahasiswa berharap langkah tegas dari manajemen pusat dapat menjadi bukti komitmen dalam menjaga integritas lembaga sekaligus memulihkan kepercayaan publik terhadap perbankan nasional.