Maros, Arthisnews — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan 78 UIN Alauddin Makassar melaksanakan seminar pembuatan pakan ternak berbasis fermentasi dan jamu herbal untuk sapi di Desa Tellumpanuae, Kecamatan Mallawa, pada Kamis, 30 April 2026.

Kegiatan yang digelar di Kantor Desa Tellumpanuae ini diikuti oleh aparat desa dan masyarakat setempat, khususnya para peternak sapi. Seminar tersebut merupakan bagian dari program kerja KKN yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat di bidang peternakan.

Program ini ditujukan untuk menjawab permasalahan yang dihadapi peternak, terutama terkait tingginya biaya pakan yang dinilai kurang ekonomis.

Sebelum pelaksanaan seminar, mahasiswa KKN telah lebih dahulu melakukan pendampingan langsung kepada masyarakat terkait pembuatan pakan fermentasi dan jamu herbal ternak.

Baca Juga:  PMII Desak BGN Tutup Dapur MBG Sanjai, Diduga Sajikan Ayam Busuk dan Tak Higienis

Kegiatan yang dilakukan pada pekan sebelumnya itu menjadi dasar dalam penyusunan materi seminar sehingga lebih praktis dan sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

Proses pendampingan tersebut kemudian didokumentasikan dalam bentuk video tutorial yang diputar saat seminar berlangsung.

Video ini menjadi media utama penyampaian materi, sehingga peserta dapat memahami tahapan pembuatan pakan dan jamu herbal secara sistematis meskipun tanpa praktik langsung di lokasi kegiatan.

Koordinator KKN Desa Tellumpanuae dalam sambutannya menyampaikan bahwa penggunaan video tutorial dipilih untuk meningkatkan efektivitas penyampaian materi serta memastikan seluruh peserta dapat memahami proses dengan baik. Ia berharap metode ini dapat membantu masyarakat untuk mempraktikkan secara mandiri di kemudian hari.

Baca Juga:  Astaga... Waria Ini Ditikam Pelanggannya di Salon

“Kami berharap melalui video tutorial ini masyarakat dapat memahami setiap tahapan pembuatan pakan fermentasi dan jamu herbal, serta mampu mengaplikasikannya secara mandiri,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak berhenti pada seminar, melainkan akan dilanjutkan dengan pendampingan kepada masyarakat. Sebagai tindak lanjut, mahasiswa KKN membentuk grup WhatsApp yang melibatkan para peternak sebagai sarana komunikasi, konsultasi, dan berbagi informasi.

Melalui grup tersebut, masyarakat dapat berkonsultasi jika mengalami kendala dalam proses pembuatan. Mahasiswa KKN juga berkomitmen untuk memberikan pendampingan langsung bagi masyarakat yang ingin mempraktikkan pembuatan pakan dan jamu herbal tersebut.

Kepala Dusun Matajang, Desa Tellumpanuae, mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan mahasiswa KKN. Ia menilai program tersebut memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan di bidang peternakan.

Baca Juga:  6 Cara Mudah Mengobat Sakit Ginjal Secara Alami

Menurutnya, metode yang digunakan, mulai dari pendampingan hingga penyampaian melalui video, cukup efektif dan mudah dipahami.

Selama kegiatan berlangsung, masyarakat menunjukkan antusiasme yang tinggi. Hal ini terlihat dari partisipasi aktif peserta dalam menyimak materi serta keterlibatan dalam sesi diskusi yang berlangsung interaktif.

Dengan rangkaian kegiatan yang berkelanjutan, mulai dari pendampingan awal, pelaksanaan seminar, hingga rencana pendampingan lanjutan, program ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pakan ternak sekaligus mendukung kesejahteraan masyarakat Desa Tellumpanuae.