Maros, Arthisnews — Kegiatan konferensi internasional berbasis interaksi akademik akan kembali dilaksanakan pada 2–4 Mei 2026 di kampus STAI DDI Maros.

Kegiatan ini mengusung konsep hybrid conference, yang memungkinkan peserta mengikuti secara langsung di lokasi maupun secara daring melalui platform Zoom.

Konferensi ini merupakan kerja sama sejumlah institusi, yakni STAI DDI Maros, Balsamo Outreach for Teaching Learning, IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Universitas Muhammadiyah Barru, serta Dewan Eksekutif Mahasiswa UIN Alauddin Makassar.

Dalam pelaksanaannya, konferensi ini akan menghadirkan narasumber dari tiga negara, yakni Australia, Jepang, dan Malaysia. Kehadiran pembicara internasional tersebut diharapkan mampu memperkaya perspektif akademik serta memperluas jejaring kolaborasi lintas negara di bidang pendidikan.

Baca Juga:  AMPAK Desak Evaluasi Kemenkumham Sulsel: Lapas Bukan Lagi Tempat Pembinaan, Diduga Sarang Bisnis Gelap

Kegiatan ini merupakan penyelenggaraan kedua setelah sebelumnya sukses dilaksanakan, dan direncanakan menjadi program berkelanjutan guna memperkuat kolaborasi internasional di sektor pendidikan, khususnya dalam pengembangan pembelajaran dan riset.

“kegiatan ini adalah keberlanjutan dari inisiasi bersama Dewan Pendidikan Kabupaten Maros dan STAI DDI Maros dalam kaitan pengembangan perguruan tinggi di Maros menuju status unggul”.Ungkap Ismail Suardi Wekke, Komite Saintifik ICIELC 2026

Melalui kegiatan ini, para penyelenggara berharap konferensi dapat menjadi wadah interaksi akademik yang produktif, mendorong pertukaran gagasan, serta memperkuat sinergi antar lembaga pendidikan di tingkat internasional.