Sinjai, Arthisnews – Di balik angka anggaran desa yang fantastis, masyarakat Desa Terasa, Kabupaten Sinjai masih harus turun tangan memperbaiki jalan secara swadaya. Kondisi ini memicu pertanyaan besar.
Sabtu, 13 Juni 2026, warga Dusun Rumbia terlihat bergotong-royong memperbaiki infrastruktur jalan dengan dana urunan dari masyarakat.
Aksi swadaya itu dilakukan karena kondisi jalan yang tak kunjung tersentuh pembangunan, padahal akses jalan adalah urat nadi ekonomi, kesehatan, dan pendidikan warga.
“Anggaran di Desa Terasa ini adalah salah satu yang terbesar di Kabupaten Sinjai, kurang lebih 1 Miliar per tahun. Tapi yang saya lihat hari ini belum ada pembangunan yang benar-benar dirasakan masyarakat, khususnya jalan!” tegas Hardiawan, pemuda Dusun Rumbia.
Menurut Hardiawan, Desa Terasa seharusnya menjadi kiblat pembangunan. Namun realitanya, ketertinggalan infrastruktur masih menjadi wajah desa beranggaran besar ini. Kegelisahan itu muncul karena prioritas pembangunan dinilai tidak berpihak pada kebutuhan dasar warga.
“Kalau bicara prioritas, infrastruktur jalan itu vital. Ini akses perputaran ekonomi, akses ke layanan kesehatan, dan akses pendidikan anak-anak kita.”_ Lanjutnya
Aksi gotong-royong warga Dusun Rumbia menjadi bukti nyata kegagalan Pemdes dalam menghadirkan pembangunan yang menyentuh langsung.
Aliansi Pemuda Dusun Rumbia menegaskan, swadaya masyarakat bukan solusi jangka panjang. Warga menuntut transparansi dan akuntabilitas pengelolaan anggaran desa.
Warga mendesak Pemdes Desa Terasa segera membuka data penggunaan anggaran secara transparan dan memprioritaskan pembangunan infrastruktur jalan sebagai kebutuhan dasar, bukan wacana.

Tim Redaksi