SINJAI, Arthisnews – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sinjai menjalani survei akreditasi yang dilakukan Lembaga Akreditasi Rumah Sakit DHP (LARS DHP) sebagai bagian dari upaya memastikan mutu pelayanan dan keselamatan pasien terus ditingkatkan.
Pembukaan survei akreditasi tersebut dihadiri Bupati Sinjai, Hj. Ratnawati Arif, di Aula RSUD Sinjai, Kamis (26/8/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Komisi I DPRD Sinjai Sutomo, Sekretaris Daerah Kabupaten Sinjai Andi Jefrianto Asapa, Kepala BPJS Kesehatan Sinjai, para Dewan Pengawas RSUD Sinjai, serta jajaran manajemen dan tenaga kesehatan rumah sakit.
Direktur Utama RSUD Sinjai, dr. Kahar Anies, menyampaikan apresiasi kepada tim surveyor LARS DHP yang hadir untuk melakukan penilaian akreditasi.
Ia menjelaskan, survei akreditasi sebelumnya dilaksanakan pada 2022 dan RSUD Sinjai berhasil memperoleh predikat paripurna dari lembaga akreditasi yang sama.
“Semoga tahun ini kami bisa kembali meraih paripurna seperti empat tahun lalu,” ujar dr. Kahar.
Menurutnya, akreditasi bukan sekadar proses administratif, melainkan bagian dari upaya membangun budaya mutu dan keselamatan pasien secara berkelanjutan.
RSUD Sinjai telah melakukan berbagai persiapan, mulai dari penyusunan regulasi, pelaksanaan program kerja, simulasi, hingga self-assessment.
Dr. Kahar juga menegaskan kesiapan pihak rumah sakit menerima evaluasi, masukan, dan koreksi dari tim surveyor sebagai bahan perbaikan pelayanan.
“Kami sangat terbuka menerima masukan, koreksi dan bimbingan dari Bapak dan Ibu surveyor selama proses survei berlangsung,” katanya.
Sementara itu, Bupati Sinjai Hj. Ratnawati Arif menegaskan bahwa akreditasi merupakan salah satu bentuk kesungguhan pemerintah daerah dan RSUD Sinjai dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
“Akreditasi bukan sekadar rutinitas administratif. Ini adalah momentum pembuktian bahwa RSUD Sinjai serius, siap, dan tidak main-main dalam menjaga mutu pelayanan publik,” tegas Ratnawati.
Ia memastikan Pemerintah Kabupaten Sinjai memberikan dukungan terhadap proses akreditasi, baik melalui kebijakan, anggaran, fasilitas, maupun penguatan pelayanan kesehatan.
Ratnawati berharap RSUD Sinjai tidak hanya mampu mempertahankan predikat akreditasi, tetapi juga menjadi salah satu contoh penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang bermutu di daerah.
“Saya tidak ingin Sinjai hanya menjadi penonton kemajuan daerah lain. Saya ingin Sinjai menjadi contoh dalam sektor kesehatan. Ketika orang bicara soal pelayanan yang bermutu, nama Sinjai disebut dengan bangga, bukan dengan keraguan,” ujarnya.
Bupati juga mengapresiasi seluruh jajaran RSUD Sinjai yang telah mempersiapkan pelaksanaan survei. Kepada tim surveyor, ia meminta agar proses penilaian dilakukan secara objektif dan terbuka sehingga hasilnya dapat menjadi gambaran nyata kondisi pelayanan rumah sakit sekaligus bahan evaluasi.
Menurut Ratnawati, hasil akreditasi seharusnya tidak berhenti pada pencapaian sebuah predikat, tetapi menjadi pijakan untuk mempertahankan dan meningkatkan standar pelayanan.
“Mari jadikan momentum ini sebagai titik balik. Bukan akhir dari perjuangan, tetapi awal dari standar baru yang harus terus kita jaga dan tingkatkan,” pungkasnya.
Dengan pelaksanaan survei akreditasi tersebut, Pemkab Sinjai berharap RSUD Sinjai semakin mampu memberikan pelayanan yang aman, bermutu, profesional, dan berorientasi pada keselamatan serta kepuasan masyarakat.

Tim Redaksi