SINJAI, Arthisnews – Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Siswa Nasional Indonesia (DPC GSNI) Sinjai memberikan penjelasan resmi terkait identitas dan aktivitas organisasi di tengah berkembangnya berbagai informasi mengenai kegiatan pembinaan pelajar di lingkungan sekolah.

Ketua DPC GSNI Sinjai, Nurfadillah, menegaskan GSNI merupakan organisasi yang bergerak dalam pembinaan dan pengembangan potensi pelajar melalui pendidikan, pengembangan karakter, kepemimpinan, kreativitas, kepedulian sosial, serta penguatan kemampuan berorganisasi.

“GSNI tidak mengajarkan, menyebarkan, ataupun membenarkan ajaran, paham, atau pengetahuan yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila, prinsip kebangsaan, dan tujuan pendidikan nasional,” tegasnya.

Secara historis, GSNI lahir pada 2 Januari 1959 sebagai peleburan Gerakan Siswa Nasional dan Ikatan Pelajar Nasional Indonesia. DPC GSNI Sinjai sendiri resmi berdiri pada 13 Desember 2020 dan hingga September 2026 telah memasuki tahun keenam perjalanan organisasinya.

Baca Juga:  Cegah Kekerasan Jalanan, Ormas dan Pemuda Makassar Bergerak

Nurfadillah menjelaskan kegiatan GSNI di lingkungan sekolah diarahkan sebagai bagian dari pembinaan dan pengembangan potensi pelajar, sehingga komunikasi dan koordinasi dengan pihak sekolah menjadi bagian penting agar kegiatan berlangsung secara tertib, edukatif, dan bertanggung jawab.

DPC GSNI Sinjai juga mengajak masyarakat untuk melihat organisasi berdasarkan identitas, tujuan, dan kegiatan yang dijalankan secara nyata — bukan berdasarkan informasi yang belum terverifikasi. GSNI Sinjai menyatakan terbuka terhadap komunikasi dan klarifikasi dari pihak sekolah, orang tua, pemerintah, maupun masyarakat.

“Kami terbuka untuk berkomunikasi dan memberikan klarifikasi kepada siapa pun yang ingin mengetahui lebih lanjut tentang aktivitas organisasi kami,” tutup Nurfadillah.