SINJAI, Arthisnews – Bupati Sinjai, Dra. Hj. Ratnawati Arif, menekankan pentingnya kesiapsiagaan seluruh pihak dalam menghadapi potensi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) seiring puncak musim kemarau yang diperkirakan berlangsung pada Agustus hingga September 2026.

Hal tersebut disampaikan Ratnawati saat memimpin Apel Gelar Pasukan dalam rangka kesiapan menghadapi Karhutla di Halaman Eks Kantor Bupati Sinjai, Selasa (11/8/2026).

Apel tersebut digelar untuk memastikan kesiapan personel, sarana, dan prasarana dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Sinjai.

Dalam amanatnya, Ratnawati menyampaikan bahwa kondisi musim kemarau yang cenderung lebih kering perlu diantisipasi melalui langkah mitigasi dan kesiapsiagaan secara terpadu.

Langkah tersebut antara lain peningkatan patroli dan pemantauan titik panas (hotspot), penguatan sistem peringatan dini, serta edukasi kepada masyarakat mengenai pencegahan kebakaran.

Baca Juga:  Jelajah Sampah Pesisir, Gebrakan Pemuda Muhammadiyah Sinjai Timur

“Berdasarkan data BMKG pada April 2026, sifat musim kemarau di wilayah Sulawesi Selatan tahun 2026 sebagian besar di bawah normal. Artinya, curah hujan selama musim kemarau diperkirakan lebih sedikit dari rata-rata normal sehingga kondisi cenderung lebih kering dan potensi kekeringan maupun Karhutla dapat meningkat,” ungkapnya saat membacakan sambutan Kapolda Sulsel.

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Bupati meminta koordinasi dan sinergi lintas sektor terus diperkuat. Pemerintah, TNI, Polri, BPBD, pihak swasta, dan masyarakat diharapkan berkolaborasi dalam setiap tahapan pencegahan dan penanggulangan Karhutla.

Ratnawati juga meminta seluruh personel memastikan kesiapan peralatan pemadaman dan mempercepat respons terhadap setiap laporan titik api. Pemanfaatan teknologi seperti drone dan CCTV juga didorong untuk meningkatkan pemantauan wilayah yang rawan kebakaran.

Baca Juga:  Siswa MTs Attahiriyah Rela Naik ke Ketinggian Demi Ikut Ujian Madrasah

Selain penanganan, upaya pencegahan melalui sosialisasi dan penyuluhan terkait pembukaan serta pengolahan lahan tanpa membakar juga perlu terus dilakukan. Ia menegaskan pentingnya penegakan hukum terhadap pihak yang terbukti melakukan pembakaran lahan.

“Kepada seluruh petugas di lapangan, senantiasa utamakan keselamatan kerja, jaga kesehatan, dan bertindak cepat begitu laporan titik api ditemukan agar api tidak meluas. Mari kita jaga alam dan lingkungan kita bersama demi keselamatan masyarakat luas,” pesannya.

Bupati berharap seluruh langkah tersebut dapat memperkuat kesiapsiagaan daerah sekaligus meminimalkan risiko dan dampak Karhutla terhadap masyarakat, lingkungan, dan perekonomian daerah.

Apel Gelar Pasukan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, sejumlah kepala OPD, serta berbagai instansi yang memiliki tugas dan fungsi dalam menjaga dan menangani kawasan hutan.

(Arthis News)

Baca Juga:  Dukung Program MBG, Polres Bulukumba Gandeng Dinkes Adakan Pelatihan Bersama Relawan SPPG