Sinjai, Arthisnews – Proyek pembangunan Jalan Poros Duampanuae – Tompobulu sepanjang 6.200 meter diduga mangkrak.
Kondisi ini membuat resah masyarakat setempat dan para pengguna jalan yang menjadikan akses tersebut sebagai jalur utama menuju Kota Sinjai.
Pantauan di lapangan menunjukkan badan jalan masih berupa tanah dan material batu kecil yang belum diratakan. Setiap kendaraan yang melintas langsung menimbulkan debu tebal yang beterbangan hingga ke pemukiman warga.
Azizah, salah satu mahasiswi yang setiap hari melintasi jalan tersebut untuk ke kampus, mengeluhkan kondisi jalan yang membahayakan.
“Banyak debu, material batu kecil yang belum diratakan juga membuat rawan kecelakaan. Mau tidak mau harus lewat jalan ini, karena ini akses terdekat menuju kampus dari rumah,” ujarnya.
Selain mengganggu kesehatan akibat debu, warga juga khawatir akan potensi kecelakaan lalu lintas, terutama saat malam hari.
Warga berharap pemerintah dan pihak kontraktor segera melanjutkan pembangunan jalan poros tersebut agar akses utama menuju Kota Sinjai dapat kembali layak dan aman dilalui.

Tim Redaksi