SINJAI, Arthisnews – Pemerintah Kabupaten Sinjai melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) resmi meluncurkan Pekan Panutan Pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) Non Tunai sekaligus Launching Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) PBB-P2 Tahun 2026 di halaman Kantor Bapenda Sinjai, Jumat (17/7/2026).
Tahun ini Pemkab Sinjai menargetkan penerimaan PBB-P2 sebesar Rp6,5 miliar, naik dari target tahun sebelumnya Rp6 miliar. Target tersebut dinilai realistis mengingat realisasi 2025 mencapai Rp7,2 miliar atau melampaui target yang ditetapkan.
Kepala Bapenda Sinjai, H. Andi Adeha Syamsuri, menjelaskan Bapenda telah mencetak 245.053 lembar SPPT dengan total nilai ketetapan pajak sebesar Rp7,58 miliar. Hingga 13 Juli 2026, sisa tunggakan PBB-P2 sejak 2014 masih tercatat Rp2,25 miliar setelah pembayaran tunggakan terealisasi sebesar Rp405,6 juta.
“Pekan Panutan PBB-P2 ini menjadi momentum memperkuat sinergi seluruh unsur pemerintah dan masyarakat dalam meningkatkan kepatuhan membayar pajak. Melalui layanan pembayaran non-tunai dan inovasi digital, kami ingin menghadirkan pelayanan yang lebih mudah, cepat, dan transparan,” ujarnya.
Kegiatan dibuka Sekretaris Daerah Kabupaten Sinjai, Andi Jefrianto Asapa, mewakili Bupati Sinjai. Dalam sambutannya, Sekda menegaskan pajak merupakan sumber utama pembiayaan pembangunan daerah dan mengajak seluruh ASN menjadi teladan dalam membayar PBB-P2 tepat waktu.
“Pajak yang dibayarkan masyarakat akan kembali dalam bentuk pembangunan dan pelayanan publik. Saya mengajak seluruh ASN menjadi teladan membayar PBB-P2 tepat waktu serta mengajak masyarakat agar tidak menunda pembayaran demi mendukung kemajuan Kabupaten Sinjai,” katanya.
Pada kegiatan tersebut dilakukan penyerahan SPPT kepada para camat, kepala desa, dan lurah, dilanjutkan pembayaran PBB-P2 secara simbolis oleh Sekda, Ketua Komisi II DPRD Sinjai Andi Ridwan Darul Aqzah Palevi Asapa, kepala OPD, camat, lurah, kepala desa, dan perwakilan wajib pajak.
Untuk mendukung kemudahan pembayaran, Bapenda juga terus mengembangkan Dashboard Elektronik Pendapatan Asli Daerah (E-PAD) yang memungkinkan pemantauan penerimaan pajak dan retribusi secara real time.
Sebagai apresiasi, Bapenda menyiapkan bingkisan bagi wajib pajak yang membayar PBB-P2 selama Pekan Panutan berlangsung.

Tim Redaksi