Makassar, Arthisnews—Advokasi bukan sekadar menyampaikan tuntutan atau menyuarakan kritik. Advokasi merupakan proses memahami persoalan, membaca realitas sosial, menguasai data, membangun kesadaran, serta memperjuangkan kepentingan masyarakat melalui langkah-langkah yang terukur dan bertanggung jawab.

Berangkat dari semangat tersebut, Keluarga Komunikasi Mahasiswa Bone (KKMB) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar menghadirkan Sekolah Advokasi sebagai ruang pembelajaran sekaligus penguatan kapasitas mahasiswa.

Mengangkat tema “Menguatkan Kesadaran Kritis Mahasiswa untuk Membangun Gerakan Advokasi” yang berlangsung 19 – 20 September 2026, bertempat di Gedung LPTQ Talasalapang, Makassar.

Ketua Umum KKMB Unismuh Makassar, Andi Ibnu Saputra, menegaskan bahwa Sekolah Advokasi tidak hanya diarahkan untuk membentuk mahasiswa yang berani menyampaikan pendapat, tetapi juga memiliki kemampuan untuk memahami persoalan secara mendalam, mengidentifikasi akar masalah, mengolah data, serta menyusun strategi advokasi yang tepat.

Baca Juga:  Jaga Kamtibmas, Sat Samapta Polres Sinjai Aktif Lakukan Patroli Siang

Menurut Andi Ibnu, mahasiswa memiliki posisi penting dalam membaca berbagai dinamika sosial dan kebijakan yang berkembang di tengah masyarakat. Karena itu, mahasiswa tidak boleh kehilangan daya kritis dan memilih menjadi penonton terhadap berbagai persoalan yang terjadi.

“Kesadaran kritis harus melahirkan gerakan yang terarah. Advokasi bukan sekadar menyampaikan kritik, tetapi memastikan setiap persoalan diperjuangkan melalui gagasan, data, dan tindakan yang nyata,” tegas Andi Ibnu Saputra.

Melalui Sekolah Advokasi, peserta tidak hanya diajak untuk berani bersuara, tetapi juga belajar berpikir kritis, memahami hukum dan kebijakan, mengolah data, membangun komunikasi publik, serta menyusun strategi gerakan. Kemampuan tersebut menjadi penting agar setiap bentuk perjuangan mahasiswa memiliki dasar pengetahuan dan argumentasi yang kuat.

Baca Juga:  Akhir Jabatan Penuh Prestasi, AKBP Harry Azhar Sukses Wujudkan WBK dan Terima Penghargaan Kapolda Sulsel

Sebab, suara tanpa pengetahuan mudah kehilangan arah, sementara keberanian tanpa strategi sering kali tidak cukup untuk menghasilkan perubahan. Kritik membutuhkan dasar, tuntutan membutuhkan argumentasi, dan gerakan membutuhkan strategi agar mampu memberikan dampak yang nyata.

Sekolah Advokasi diarahkan menjadi ruang kaderisasi yang menumbuhkan keberanian berbasis pengetahuan, gerakan berbasis data, serta perjuangan yang berpihak pada kepentingan publik. Mahasiswa didorong tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menghubungkan pengetahuan dengan realitas sosial dan menerjemahkannya ke dalam langkah-langkah advokasi yang konkret.

Dengan kegiatan ini, KKMB Unismuh Makassar berharap dapat melahirkan kader-kader mahasiswa yang memiliki keberanian intelektual, kepekaan sosial, kemampuan analisis, serta keterampilan dalam membangun gerakan.

Baca Juga:  PLN Icon Plus Bawa Internet Dan Listrik Gratis Ke Aceh