SINJAI, Arthisnews — Bupati Sinjai, Hj. Ratnawati Arif, memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Satuan Tugas (Satgas) Pengawasan dan Pemantauan BBM dan LPG Bersubsidi di Gedung Command Center Sinjai, Selasa (22/9/2026), guna memastikan distribusi energi bersubsidi berjalan tepat sasaran, tepat volume, dan tepat harga.

Rakor dihadiri unsur Forkopimda, Ketua DPRD Sinjai Andi Jusman, para Asisten Setdakab, pimpinan OPD, para camat, serta perwakilan seluruh SPBU dan agen LPG bersubsidi di Kabupaten Sinjai.

Bupati Ratnawati menegaskan Satgas bukan sekadar formalitas, melainkan instrumen penting untuk memastikan negara hadir dalam distribusi energi bersubsidi kepada masyarakat yang berhak.

“Keberadaan Satgas ini bukan sekadar formalitas, tetapi merupakan instrumen penting untuk memastikan negara hadir dalam mendistribusikan BBM secara tepat sasaran, tepat volume, dan tepat harga kepada masyarakat yang menjadi penerima manfaat,” tegasnya.

Baca Juga:  Sinjai Jadi Pusat Perhatian, Ribuan Peserta Hadiri Seminar Nasional & Tabligh Akbar XIX

Ia mengakui masih ditemukan sejumlah tantangan, termasuk dugaan penjualan di tingkat pengecer yang melebihi harga ketentuan. Bupati juga menyoroti persoalan kebutuhan BBM bagi nelayan yang menjadi salah satu perhatian serius pemerintah daerah.

Bupati meminta seluruh pihak menghindari praktik pelangsiran, penimbunan, penyalahgunaan tangki modifikasi, maupun penyimpangan lainnya dalam penyaluran BBM bersubsidi. Pangkalan LPG 3 kilogram juga diminta tidak menjual di luar sasaran penerima manfaat.

“Kita akan meningkatkan pemantauan dan secara berkala melakukan inspeksi, baik secara terencana maupun secara langsung di lapangan. Kita ingin melihat kesiapan dan kinerja saudara-saudara selaku pengusaha yang menjadi mitra pemerintah,” katanya.

Jika ditemukan indikasi pelanggaran, pemerintah bersama pihak terkait akan menindaklanjuti sesuai ketentuan, termasuk penerapan sanksi apabila terbukti terjadi penyalahgunaan.

Baca Juga:  Sinjai Gandeng Poltekpar Makassar Kembangkan Pariwisata, Bupati: Potensi Wisata Harus Dikelola Profesional