SINJAI, Arthisnews — Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) melalui Tim PPK Ormawa HIMATIK-PNUP menyerahkan Unit Smart Clove-Dryer dan Aplikasi Kanrung Digi-Clove kepada BUMDes Desa Kanrung, Kecamatan Sinjai Tengah, Kamis (8/10/2026).

Penyerahan berlangsung dalam penutupan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) di Aula Kantor Desa Kanrung, dan dihadiri Staf Ahli Bidang Sosial dan SDM Pemkab Sinjai, H. Sofwan Sabirin, mewakili Bupati Sinjai.

Smart Clove-Dryer adalah mesin pengering cengkeh otomatis berbasis sensor Internet of Things (IoT) yang mampu memangkas waktu pengeringan dari 3–5 hari menjadi hanya 18–24 jam dengan suhu stabil 40–50 derajat Celsius. Teknologi ini hadir sebagai solusi atas kebiasaan petani cengkeh yang selama ini mengeringkan hasil panen dengan cara dijemur di atas aspal jalan raya — metode yang rentan terhadap hujan mendadak dan dapat memicu pertumbuhan jamur yang menurunkan mutu cengkeh.

Baca Juga:  Pasar Rakyat Merdeka Jilid II Resmi Dibuka, 100 Tenant Ramaikan Alun-Alun Sinjai

Sofwan Sabirin menyampaikan cengkeh merupakan komoditas unggulan Kabupaten Sinjai dengan produksi mencapai 5.626 ton pada 2022 dan 5.241 ton pada 2023, di mana Kecamatan Sinjai Tengah menjadi salah satu wilayah penyumbang produksi terbesar.

“Kehadiran Unit Smart Clove-Dryer yang hari ini kita serahkan kepada BUMDes Desa Kanrung merupakan jawaban konkret atas persoalan tersebut,” ujarnya.

Selain mempercepat pengeringan, teknologi ini juga diharapkan mengurangi risiko kerusakan akibat jamur, meningkatkan nilai jual cengkeh, serta meringankan beban fisik petani dalam proses panen.

Bersamaan dengan penyerahan mesin, Tim HIMATIK-PNUP juga menyerahkan Aplikasi Kanrung Digi-Clove yang dirancang membantu petani mencatat hasil panen secara teratur sekaligus mendukung sistem traceability — memungkinkan asal-usul dan kualitas cengkeh dilacak dari kebun hingga ke pasar.

Baca Juga:  Warga Bontokunyi Gotong Royong Perbaiki Jalan Batue Setiap Jumat, Ini Cerita di Baliknya

“Harapan kita, inovasi ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya petani cengkeh di Desa Kanrung, serta menjadi bagian dari upaya meningkatkan produktivitas, kualitas hasil pertanian, dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Sofwan.